Pelanggaran Terhadap Hak Kekayaan Intelektual Bisa Dikenakan Pidana

 

 

Pangkalpinang –Untuk memberikan perlindungan hukum, mendorong iklim persaingan usaha yang sehat serta meningkatkan kreativitas para pencipta, innovator di bidang Hak Kekayaan Intelektual diperlukan upaya penegakan hukum di Bidang HKI. Oleh karena itulah, selasa (24 Maret 2015) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Bangka Belitung malaksanakan Kegiatan Penegakan Hukum  di bidang HKI dengan mendatangi sejumlah Pusat Perbelanjaan dan Toko yang berada di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Kegiatan ini dipimpin langsung Kakanwil Kemenkumham Babel Ajub Suratman didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Salmon Pardede serta Koordinator Lapangan IC Siregar beserta Tim.

 

 

 

Tim Penegakan Hukum HKI Pertama kali mendatangi Hypermart yang ada di Koba. Setelah mengamati barang-barang yang ada di Pusat Perbelanjaan ini, Tim menemui Supervisor Hypermart untuk menyerahkan surat himbauan untuk menghindari barang-barang bajakan/palsu yang dapat merugikan masyarakat. “kami datang masih memberikan himbauan untuk tidak menjual barang bajakan dan yang melanggar HKI namun jika ada laporan dari masyarakat kami akan melakukan tindakan pro justitia”tegas Kakanwil. Setelah itu Tim juga menyerahkan spanduk untuk dipasang didepan swalayan agar Penyedia/toko dan masyarakat menghindari dan berhati-hati terhadap barang-barang yang dijual yang terindikasi melanggar Hak Kekayaan Intelektual. Menurut Kadiv Yankum dan HAM Salmon Pardede bukan hanya penjual saja yang dikenakan pidana tetapi Penyedia Toko Tempat Penjualan juga bisa dikenakan pidana. Setelah itu Tim melanjutkan survei lapangan ke Toko elektronik Suwandi dan TB Gramedia Pangkalpinang. (Humas Kanwil Babel).